menaruh Dana, Anak Usaha Pelindo II Tawarkan Harga Rp 2.250

PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IKT) menetapkan harga saham antara Rp 1.610 sampai Rp 2.250 pada penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) yang direncanakan akan dilakukan pada Juli 2018.

Anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II atau Indonesia Port Corporation (IPC) ini akan melepas sekitar 561 juta saham atau sebesar 30 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan.

Lewat harga saham tersebut, perseroan nantinya mampu mengantongi dana mulai dari Rp 903,37 miliar sampai Rp 1,26 triliun.

Direktur Utama Indonesia Kendaraan Terminal, Chiefy Adi Kusmargono mengatakan, raihan dana hasil IPO itu akan pihaknya alokasikan sekitar 50 persen untuk belanja modal atau capital expenditure (Capex), yakni sebesar Rp 500 miliar.

“Capex tahun ini 50 persennya kita alokasikan dari dana hasil IPO dalam rangka pengembangan usaha, meliputi pengembangan terminal, perluasan lahan, serta penambahan kapasitas, fasilitas dan peralatan pendukung kami,” jelas dia di Hotel Mulia, Jakarta, Senin (28/5/2018).

Sedangkan sisa dana bakal dimanfaatkan untuk perpanjangan kontrak sewa lahan dan modal kerja.

“Kami akan gunakan 25 persen untuk perpanjangan kontrak sewa lahan jangka panjang. Sisanya (25 persen), itu untuk modal kerja dalam rangka mendukung kegiatan operasional,” tukas dia.

PT Indonesia Kendaraan Terminal (IKT) berencana melakukan Penawaran Umum Perdana Saham (Initial Public Offering/IPO) atau melantai di bursa saham pada 10 Juli 2018. Rencananya, perusahaan akan menawarkan sebanyak-banyaknya 561.101.600 saham atau sebesar 30 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh.

IKT yang dikenal juga sebagai IPC Car Terminal menunjuk dua penjamin pelaksana Emisi Efek (Joint Lead Underwriters/JLU) yaitu PT Bahana Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas. Sedangkan RHB bertindak sebagai Agen Penjual Internasional (International Selling Agent).

enetapan harga IPO diharapkan pada 25 Juni 2018, sedangkan pencatatan perdana saham (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dijadwalkan pada 10 Juli 2018,” kata Chiefy, dalam acara konferensi pers di Hotel Mulia Senayan, Jakarta

Dia menjelaskan, sebesar 50 persen dana hasil IPO akan digunakan untuk belanja modal (capital expenditure/capex). “25 persen untuk perpanjangan sewa lahan, dan sisanya untuk modal kerja,” ujarnya.

Sesuai rencana, pada 2022, IKT menargetkan lahan seluas 89,5 hektare dengan kapasitas 2,1 juta kendaraan. Dengan demikian, perusahaan diproyeksikan menjadi pengelola terminal mobil terbesar ke-5 di dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *